Rabu, 28 November 2007

MEDIA PENYIMPANAN MASA DEPAN....

Media Penyimpanan Masa Depan

Beberapa saat lagi kita akan menyaksikan peluncuran pertama di dunia, suatu alat penyimpanan yang berbasis holograph. Perusahaan dibalik peluncuran ini adalah perusahaan InPhase, perusahaan dari Alcatel-Lucent’s Bell Labs. InPhase adalah 1 dari 20 perusahaan seluruh dunia yang sedang meriset teknologi baru ini.

Generasi pertama dari teknologi data holograph ini menawarkan sekitar 300GB/ standart disc, yaitu sekitar 6x lebih dari Blu-ray maupun HD-DVD. Dan itu hanya tahap pertama dari janji yaitu 1.6TeraBytes/single disc dalam jangka 3 tahun.

Holograph jauh lebih baik dari tape dimana hanya perlu me-maintaince sekitar 50 tahun 1x dimana tape butuh sekitar 5 tahun sekali untuk memcopy kembali data-data tersebut ke tape yang baru.

Holograph juga mem support random access dimana akan memberi user kemampuan untuk mengakses data dimana saja yang mungkin akan membuat RAM menjadi kurang bermanfaat.

Ide ini telah ada selama 40 tahun. Yang membuat hal ini mungkin bekerja adalah teknologi laser yang telah maju melalui DVD dan CMOS (Complementary Metal-Oxide Semiconductor) yang digunakan pada kamera digital. Dan juga dibantu oleh produksi media holograph yang menuju pada alat penyimpanan yang lebih stabil.

Ketika teknologi optical disc sekarang pantulan cahaya dari laser yang ditargetkan ke disc, maka holograph bekerja melalui penciptaan ruang 3 dimensi pada media. Sinar dari 1 laser dibagi menjadi 2. Data 0 dan 1 dipancarkan melalui laser data dan dikonversikan menjadi jutaan area gelap dan terang dalam area holograph.

Dalam teori, holograph memiliki transfer rate yang sangat tinggi, bisa mencapai 1GB/s dimana 40x lebih cepat dari DVD. Ini dikarenakan system holograph menyimpan dan mengambil setiap lembar data, sekitar 60.000bits data dalam 1 sinar, dimana DVD hanya dapat mentransfer 1 bit per sinar.

Namun ini hanya teori, dalam realita kecepatannya turun drastic. Meski disc InPhase sangat baik dalam kapasitas dan integritas namun transfer rate hanya mencapai 20Mbits/s.

Untuk mengolah gambar dalam media ini megnggunakan cmos dan laser..dan media ini disebut pagewise.dan media penyimpanan ini dapat menyinpan data sampai 5 tahun lebih dan masih terus dikembangkan.

perbedaan hd dvd dan blue ray

HD-DVD dan Blu-ray

Dalam waktu yang tak lama lagi, disc optikal dengan format DVD (digital versatile disc) mungkin akan bernasib sama seperti format VCD (video compact disc), lambat laun akan ditinggalkan oleh penggunanya. Alasannya cukup logis, saat ini beberapa perangkat terbaru tengah mengadopsi disc optikal baru yakni Blu-ray dan HD DVD (high definition digital versatile disc).









Perusahaan raksasa asal Jepang, Sony, telah mencangkokkan player disc drive-nya untuk memutar Blu-ray pada produk larisnya PlayStation 3 (PS3).









Begitu pula dengan HD DVD seperti yang di tunjukkan oleh perusahaan Toshiba dan Acer, pada tahun depan dipastikan semua produk laptop kedua perusahaan tersebut bakal dilengkapi drive HD DVD.









Kedua format ini terus berlomba saling adu popularitas. Tujuan keduanya sama, yakni berniat menggeser pangsa pasar DVD yang beberapa tahun belakangan ini menjadi disc optikal paling banyak diadopsi oleh berbagai perangkat elektronik multimedia.

Di satu sisi, persaingan dan adu popularitas kedua format disc tersebut, akan menguntungkan konsumen. Namun di sisi lain, konsumen sering dibuat bingung; harus memilih yang mana? Apa saja yang menjadi keunggulan dan kelemahan keduanya? Faktor-faktor apa saja yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memutuskan memilih Blu-ray atau HD DVD? Untuk itulah, ada baiknya kita ketahui kedua format disc tersebut.

Blu-ray




Disc optikal Blu-ray yang dirancang oleh Blu-ray Disc Association yang beranggotakan nama-nama besar di bidang elektronik macam Apple, Dell, Hitachi, HP, JVC, LG, Mitsubishi, Sony, TDK, dan Philips. Blu-ray memang dirancang untuk menyimpan data dalam jumlah yang cukup besar.

Kapasitas penyimpanannya hingga 5-6 kali lipat kapasitas keping DVD. Jadi, jika satu keping DVD single layer memuat data sebanyak 4,7 GB, Blu-ray mampu menampung data hingga 25 GB per layer. Dengan kemampuan daya tampung yang cukup besar, tentu saja akan sangat memanjakan mereka yang sering merekam gambar atau melakukan rewrite dan playback video HD (high definition).

Keunggulan lain dari Blu-ray adalah kemampuan mendukung teknologi multilayer disc dengan total kapasitas yang bisa ditampung hingga 100-200 GB dalam satu kepingnya. Sebagai gambaran, Blu-ray dengan kapasitas 50 GB per layer bisa memutar film selama 9 jam dari video HD atau setara dengan 23 jam video dengan format standard definition.

Kemampuan menyimpan data yang cukup besar ini dikarenakan Blu-ray memanfaatkan laser biru-violet yang mempunyai panjang gelombang 405 nm (nanometer) untuk membaca dan menulis data, sedangkan DVD yang memanfaatkan laser merah mempunyai panjang gelombang 650 nm. Dengan gelombang yang lebih pendek, ia bisa menyorot objek dengan presisi tinggi.

Hasilnya, data bisa diikat dengan lebih ketat dan disimpan di ruang yang lebih kecil. Jadi, inilah yang memungkinkan Blu-ray menyimpan data lebih banyak daripada CD, DVD, atau HD DVD walau bentuk ukuran kepingnya sama.

Blu-ray memiliki lapisan permukaan yang tipis, hanya 0,1 mm, jauh lebih tipis dibanding dengan HD DVD yang berukuran 0,6 mm. Ketipisan ini bertujuan agar laser lebih fokus dalam menembakkan data. Namun, ketipisan inilah yang membuat harga Blu-ray jadi lebih mahal karena adanya proses hard coating khusus dalam pengerjaannya.

Untuk urusan baca dan tulis (read and write) Blu-ray mempunyai kecepatan minimal sekitar 36 Mbps. Bahkan rencananya akan ditingkatkan hingga 288 Mbps. Bandingkan dengan DVD yang mempunyai kecepatan baca tulis hanya 10 Mbps. Walaupun formatnya tergolong beda, Blu-ray memiliki kompabilitas dengan format terdahulunya semacam CD atau DVD. Inilah yang membuat Blu-ray banyak disukai.

Inilah keterangan detail dari Blu-ray:

Media type:

High-density optical disc Encoding: MPEG-2, MPEG-4 AVC (H.264), and VC-1

Capacity: 25 GB (single layer), 50 GB (dual layer)

Read mechanism: 1x@36 Mbit/s & 2x@72 Mbit/s

Developed by: Blu-ray Disc Association

Usage: Data storage, High-definition video and PlayStation 3 Games.




HD-DVD

HD DVD biasa juga disebut AOD (advanced optical disc). Disc optikal ini merupakan generasi lanjutan dari DVD. Bedanya, HD DVD mempunyai kapasitas simpan yang jauh lebih besar, yakni 3 kali dari DVD. Jadi, jika DVD mampu memuat 4,7 GB per layer, HD DVD mampu menampung sekitar 15 GB per layer. Jika terdapat dual layer, maka HD DVD ini mampu menampung 30 GB.

Jika dibandingkan dengan Blu-ray, memang kapasitas HD DVD jauh lebih kecil dengan kapabilitasnya tak seinteraktif Blu-ray. Namun, kekurangan itu diimbangi oleh harga HD DVD yang jauh lebih murah daripada Blu-ray, padahal kualitas yang ditawarkan sama, yakni high definition.

Raw data transfer HD-DVD mencapai 36.55 Mbit/s.

Audio+Video+Subtitles 30.24 Mbit/s.

Video Resolution Max mencapai 1920 x 1080.

Lalu harus pilih yang mana? Untuk menjawabnya, sangat tergantung selera masing-masing. Tentunya dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan oleh keduanya. Jika tidak ingin pusing dengan urusan penyimpanan data, Blu-ray bisa jadi pilihan. Namun, jika urusan harga, HD DVD bisa jadi pilihan.

Namun demikian, melalui inovasi teknologi, persaingan antara keduanya, tampaknya bakal bisa "dijembatani". Hal ini juga sekaligus bisa meredakan kebingungan konsumen. Apa itu? Beberapa vendor telah mengeluarkan player (disc drive) yang bisa memutar kedua format disc tersebut, baik Blu-ray maupun HD DVD.

Dengan hadirnya disc drive multiplayer ini sekaligus juga menjadi solusi yang cukup efektif bagi pengguna yang enggan memilih atau ingin menikmati kecanggihan dua teknologi yang berbeda dalam satu perangkat saja.

HD-DVD dan Blu-ray

Dalam waktu yang tak lama lagi, disc optikal dengan format DVD (digital versatile disc) mungkin akan bernasib sama seperti format VCD (video compact disc), lambat laun akan ditinggalkan oleh penggunanya. Alasannya cukup logis, saat ini beberapa perangkat terbaru tengah mengadopsi disc optikal baru yakni Blu-ray dan HD DVD (high definition digital versatile disc).









Perusahaan raksasa asal Jepang, Sony, telah mencangkokkan player disc drive-nya untuk memutar Blu-ray pada produk larisnya PlayStation 3 (PS3).









Begitu pula dengan HD DVD seperti yang di tunjukkan oleh perusahaan Toshiba dan Acer, pada tahun depan dipastikan semua produk laptop kedua perusahaan tersebut bakal dilengkapi drive HD DVD.









Kedua format ini terus berlomba saling adu popularitas. Tujuan keduanya sama, yakni berniat menggeser pangsa pasar DVD yang beberapa tahun belakangan ini menjadi disc optikal paling banyak diadopsi oleh berbagai perangkat elektronik multimedia.

Di satu sisi, persaingan dan adu popularitas kedua format disc tersebut, akan menguntungkan konsumen. Namun di sisi lain, konsumen sering dibuat bingung; harus memilih yang mana? Apa saja yang menjadi keunggulan dan kelemahan keduanya? Faktor-faktor apa saja yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memutuskan memilih Blu-ray atau HD DVD? Untuk itulah, ada baiknya kita ketahui kedua format disc tersebut.

Blu-ray




Disc optikal Blu-ray yang dirancang oleh Blu-ray Disc Association yang beranggotakan nama-nama besar di bidang elektronik macam Apple, Dell, Hitachi, HP, JVC, LG, Mitsubishi, Sony, TDK, dan Philips. Blu-ray memang dirancang untuk menyimpan data dalam jumlah yang cukup besar.

Kapasitas penyimpanannya hingga 5-6 kali lipat kapasitas keping DVD. Jadi, jika satu keping DVD single layer memuat data sebanyak 4,7 GB, Blu-ray mampu menampung data hingga 25 GB per layer. Dengan kemampuan daya tampung yang cukup besar, tentu saja akan sangat memanjakan mereka yang sering merekam gambar atau melakukan rewrite dan playback video HD (high definition).

Keunggulan lain dari Blu-ray adalah kemampuan mendukung teknologi multilayer disc dengan total kapasitas yang bisa ditampung hingga 100-200 GB dalam satu kepingnya. Sebagai gambaran, Blu-ray dengan kapasitas 50 GB per layer bisa memutar film selama 9 jam dari video HD atau setara dengan 23 jam video dengan format standard definition.

Kemampuan menyimpan data yang cukup besar ini dikarenakan Blu-ray memanfaatkan laser biru-violet yang mempunyai panjang gelombang 405 nm (nanometer) untuk membaca dan menulis data, sedangkan DVD yang memanfaatkan laser merah mempunyai panjang gelombang 650 nm. Dengan gelombang yang lebih pendek, ia bisa menyorot objek dengan presisi tinggi.

Hasilnya, data bisa diikat dengan lebih ketat dan disimpan di ruang yang lebih kecil. Jadi, inilah yang memungkinkan Blu-ray menyimpan data lebih banyak daripada CD, DVD, atau HD DVD walau bentuk ukuran kepingnya sama.

Blu-ray memiliki lapisan permukaan yang tipis, hanya 0,1 mm, jauh lebih tipis dibanding dengan HD DVD yang berukuran 0,6 mm. Ketipisan ini bertujuan agar laser lebih fokus dalam menembakkan data. Namun, ketipisan inilah yang membuat harga Blu-ray jadi lebih mahal karena adanya proses hard coating khusus dalam pengerjaannya.

Untuk urusan baca dan tulis (read and write) Blu-ray mempunyai kecepatan minimal sekitar 36 Mbps. Bahkan rencananya akan ditingkatkan hingga 288 Mbps. Bandingkan dengan DVD yang mempunyai kecepatan baca tulis hanya 10 Mbps. Walaupun formatnya tergolong beda, Blu-ray memiliki kompabilitas dengan format terdahulunya semacam CD atau DVD. Inilah yang membuat Blu-ray banyak disukai.

Inilah keterangan detail dari Blu-ray:

Media type:

High-density optical disc Encoding: MPEG-2, MPEG-4 AVC (H.264), and VC-1

Capacity: 25 GB (single layer), 50 GB (dual layer)

Read mechanism: 1x@36 Mbit/s & 2x@72 Mbit/s

Developed by: Blu-ray Disc Association

Usage: Data storage, High-definition video and PlayStation 3 Games.




HD-DVD

HD DVD biasa juga disebut AOD (advanced optical disc). Disc optikal ini merupakan generasi lanjutan dari DVD. Bedanya, HD DVD mempunyai kapasitas simpan yang jauh lebih besar, yakni 3 kali dari DVD. Jadi, jika DVD mampu memuat 4,7 GB per layer, HD DVD mampu menampung sekitar 15 GB per layer. Jika terdapat dual layer, maka HD DVD ini mampu menampung 30 GB.

Jika dibandingkan dengan Blu-ray, memang kapasitas HD DVD jauh lebih kecil dengan kapabilitasnya tak seinteraktif Blu-ray. Namun, kekurangan itu diimbangi oleh harga HD DVD yang jauh lebih murah daripada Blu-ray, padahal kualitas yang ditawarkan sama, yakni high definition.

Raw data transfer HD-DVD mencapai 36.55 Mbit/s.

Audio+Video+Subtitles 30.24 Mbit/s.

Video Resolution Max mencapai 1920 x 1080.

Lalu harus pilih yang mana? Untuk menjawabnya, sangat tergantung selera masing-masing. Tentunya dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan oleh keduanya. Jika tidak ingin pusing dengan urusan penyimpanan data, Blu-ray bisa jadi pilihan. Namun, jika urusan harga, HD DVD bisa jadi pilihan.

Namun demikian, melalui inovasi teknologi, persaingan antara keduanya, tampaknya bakal bisa "dijembatani". Hal ini juga sekaligus bisa meredakan kebingungan konsumen. Apa itu? Beberapa vendor telah mengeluarkan player (disc drive) yang bisa memutar kedua format disc tersebut, baik Blu-ray maupun HD DVD.

Dengan hadirnya disc drive multiplayer ini sekaligus juga menjadi solusi yang cukup efektif bagi pengguna yang enggan memilih atau ingin menikmati kecanggihan dua teknologi yang berbeda dalam satu perangkat saja.

blue ray

BLUE RAY

Jakarta, Perang format DVD masa depan antara kubu Blu-ray dan HD DVD belum selesai. Meski Blu-Ray disebut-sebut sebagai pemenang dalam hal kapasitas penampungan data, HD DVD tak mau kalah dengan menyiapkan disk bermuatan lebih besar.

Blu-Ray Disc (BD) dinyatakan unggul dari HD DVD karena kapasitas penyimpanan yang mampu ditampungnya mencapai 50 GB untuk disk dual-layernya. Tak mau kalah, kubu HD DVD pun sibuk mempersiapkan disk bermuatan 51 GB yang dikembangkan untuk format triple-layer.

Sekedar informasi, format HD DVD sebelumnya hanya tersedia dalam kapasitas 15 GB untuk single layer, dan 30 GB untuk dual-layer.

Seperti dikutip detikINET dari Tg Daily, Kamis (01/03/2007), belum bisa dipastikan apakah penambahan layer ketiga pada disk HD DVD ini akan menambah biaya maupun waktu produksi masalnya.

Pastinya dengan teknologi baru yang ditawarkan ini, HD DVD tengah berusaha menggaet pangsa pasar yang lebih luas, menyusul laporan dari Nielsen yang menunjukkan bahwa Blu-ray telah mengalahkan HD DVD.

Satu keuntungan besar yang dapat diraih konsumen dari HD DVD adalah format disk combo yang bekerja baik di HD DVD maupun pada pemutar DVD reguler.

Disinyalir Toshiba sebagai pemimpin kubu HD DVD tengah berencana melemparkan format triple-layer tersebut ke pasaran sebelum akhir tahun 2007.

Pilih Mana: Blu-ray atau HD DVD?

DALAM waktu yang tak lama lagi, disc optikal dengan format DVD (digital versatile disc) mungkin akan bernasib sama seperti format VCD (video compact disc): lambat laun akan ditinggalkan oleh penggunanya. Alasannya cukup logis, saat ini beberapa perangkat terbaru tengah mengadopsi disc optikal baru yakni Blu-ray dan HD DVD (high divinition digital versatile disc).

Perusahaan raksasa asal Jepang, Sony, telah mencangkokkan player disc drive-nya untuk memutar Blu-ray pada produk larisnya PlayStation 3 (PS3). Begitu pula dengan HD DVD seperti yang di tunjukkan oleh perusahaan Toshiba dan Acer, pada tahun depan dipastikan semua produk laptop kedua perusahaan tersebut bakal dilengkapi drive HD DVD. Kedua format ini terus berlomba saling adu popularitas. Tujuan keduanya sama, yakni berniat menggeser pangsa pasar DVD yang beberapa tahun belakangan ini menjadi disc optikal paling banyak diadopsi oleh berbagai perangkat elektronik multimedia.

Di satu sisi, persaingan dan adu popularitas kedua format disc tersebut, akan menguntungkan konsumen. Namun di sisi lain, konsumen sering dibuat bingung; harus memilih yang mana? Apa saja yang menjadi keunggulan dan kelemahan keduanya? Faktor-faktor apa saja yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memutuskan memilih Blu-ray atau HD DVD? Untuk itulah, ada baiknya kita ketahui kedua format disc tersebut.

Blu-ray

Disc optikal Blu-ray yang dirancang oleh Blu-ray Disc Association yang beranggotakan nama-nama besar di bidang elektronik macam Apple, Dell, Hitachi, HP, JVC, LG, Mitsubishi, Sony, TDK, dan Philips. Blu-ray memang dirancang untuk menyimpan data dalam jumlah yang cukup besar. Kapasitas penyimpanannya hingga 5-6 kali lipat kapasitas keping DVD. Jadi, jika satu keping DVD single layer memuat data sebanyak 4,7 GB, Blu-ray mampu menampung data hingga 25 GB per layer. Dengan kemampuan daya tampung yang cukup besar, tentu saja akan sangat memanjakan mereka yang sering merekam gambar atau melakukan rewrite dan playback video HD (high definition).

Keunggulan lain dari Blu-ray adalah kemampuan mendukung teknologi multilayer disc dengan total kapasitas yang bisa ditampung hingga 100-200 GB dalam satu kepingnya. Sebagai gambaran, Blu-ray dengan kapasitas 50 GB per layer bisa memutar film selama 9 jam dari video HD atau setara dengan 23 jam video dengan format standard definition.

Kemampuan menyimpan data yang cukup besar ini dikarenakan Blu-ray memanfaatkan laser biru-violet yang mempunyai panjang gelombang 405 nm (nanometer) untuk membaca dan menulis data, sedangkan DVD yang memanfaatkan laser merah mempunyai panjang gelombang 650 nm. Dengan gelombang yang lebih pendek, ia bisa menyorot objek dengan presisi tinggi. Hasilnya, data bisa diikat dengan lebih ketat dan disimpan di ruang yang lebih kecil. Jadi, inilah yang memungkinkan Blu-ray menyimpan data lebih banyak daripada CD, DVD, atau HD DVD walau bentuk ukuran kepingnya sama.

Blu-ray memiliki lapisan permukaan yang tipis, hanya 0,1 mm, jauh lebih tipis dibanding dengan HD DVD yang berukuran 0,6 mm. Ketipisan ini bertujuan agar laser lebih fokus dalam menembakkan data. Namun, ketipisan inilah yang membuat harga Blu-ray jadi lebih mahal karena adanya proses hard coating khusus dalam pengerjaannya.

Untuk urusan baca dan tulis (read and write) Blu-ray mempunyai kecepatan minimal sekitar 36 Mbps. Bahkan rencananya akan ditingkatkan hingga 288 Mbps. Bandingkan dengan DVD yang mempunyai kecepatan baca tulis hanya 10 Mbps. Walaupun formatnya tergolong beda, Blu-ray memiliki kompabilitas dengan format terdahulunya semacam CD atau DVD. Inilah yang membuat Blu-ray banyak disukai.

HD DVD

HD DVD biasa juga disebut AOD (advanced optical disc). Disc optikal ini merupakan generasi lanjutan dari DVD. Bedanya, HD DVD mempunyai kapasitas simpan yang jauh lebih besar, yakni 3 kali dari DVD. Jadi, jika DVD mampu memuat 4,7 GB per layer, HD DVD mampu menampung sekitar 15 GB per layer. Jika terdapat dual layer, maka HD DVD ini mampu menampung 30 GB.

Jika dibandingkan dengan Blu-ray, memang kapasitas HD DVD jauh lebih kecil dengan kapabilitasnya tak seinteraktif Blu-ray. Namun, kekurangan itu diimbangi oleh harga HD DVD yang jauh lebih murah daripada Blu-ray, padahal kualitas yang ditawarkan sama, yakni high definition.

Pilih mana?

Lalu harus pilih yang mana? Untuk menjawabnya, sangat tergantung selera masing-masing. Tentunya dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan oleh keduanya. Jika tidak ingin pusing dengan urusan penyimpanan data, Blu-ray bisa jadi pilihan. Namun, jika urusan harga, HD DVD bisa jadi pilihan.

Namun demikian, melalui inovasi teknologi, persaingan antara keduanya, tampaknya bakal bisa ”dijembatani”. Hal ini juga sekaligus bisa meredakan kebingungan konsumen. Apa itu? Beberapa vendor telah mengeluarkan player (disc drive) yang bisa memutar kedua format disc tersebut, baik Blu-ray maupun HD DVD. Dengan hadirnya disc drive multiplayer ini sekaligus juga menjadi solusi yang cukup efektif bagi pengguna yang enggan memilih atau ingin menikmati kecanggihan dua teknologi yang berbeda dalam satu perangkat saja. (Endang Rustijan).***

PERBEDAAN BLUE RAY DAN HD-DVD

secara ringkas 2 format ni sememangnyer berkapasiti tinggi melebihi format DVD. beza siapak yg keluarkan takde masalah cuma masalah pada player format berkenaan. ada movie yg dikuarkan dlm HD-DVD dan ade juge lam Blu-Ray disc. jadi pada mereka yg hanya mampu beli 1 format shj spt Blu-Ray player katakanlah berjenama Samsung, tentu dia ada masalah nak tgk movie berformat HD-DVD and vice versa. mmg dah ade company yg kuarkan player yg boleh baca 2 format terbaru ni tapi harganya tentulah sgt mahal. oleh itu disarankan belilah PS3 (IMG:style_emoticons/default/biggrin.gif) dan bagi yg ade xbox360 boleh beli HD-DVD external media player.

mmg PS3 pakai format Blu-Ray utk gamesline nyer. tapi xbox360 juga mampu mengeluarkan High Resolution 1080p utk game yg berformat DVD biasa tu. same je kalo pakai HDTV yg disambung ke port HDMI.

ini topik PS3, aku tak salahkan fanboy nak kutuk rival derang but just be fair la. aku takde ckp PS3 tak bagus dan xbox360 lebih bagus, masing2 ade kelebihan dan kekurangan.