Jumat, 09 Januari 2009
Minggu, 09 Desember 2007
VIRUS DAN DAMPAKNYA
Pada tahun 1950, ahli saintis komputer membicarakan agar file bisa menggandakan dirinya sendiri dan file tersebut dapat menyebar di komputer lain. Akan tetapi, ketika itu belum diketemukan caranya. Kemudian pada tahun 1983, seorang mahasiswa dari Universiti of California, yaitu Fred Cohen mulai menulis mengenai virus komputer tersebut. Setiap virus harus diprogramkan. Virus dapat diprogram atau dapat dibuat melalui beberapa bahasa pemrograman, misalnya : ASM(Asembler), VBScript, C++, PASCAL, Qbasic, dan lain-lain.
Pada awalnya program “VIRUS” diciptakan untuk melindungi program yang dibuat oleh programmer agar karyanya tidak dibajak oleh orang lain (Hanya memberi pelajaran).
Tetapi hal ini kemudian berkembang menjadi suatu hal yang menimbulkan dampak negatif ketika orang mulai menggunakan virus computer bukan lagi untuk melindungi karyanya tetapi sudah mulai melakukan tindakan destruktif yang bertujuan menghancurkan lawan atau musuh. Sampai saat sekarang berkembang model-model virus yang mampu melakukan kegiatan mata-mata, pemghancuran dokumen, pemalsuan dokumen, dan lain-lain. Virus mulai meluas pada awal tahun 1990.
Virus computer didefinisikan sebagai :
1. Sebuah program yang mampu melakukan duplikasi dirinya didalam sistem komputer yang dimasukinya, dan memiliki potensi besar untuk melakukan manipulasi terhadap sistem tersebut.
2. Virus adalah sebuah kode komputer yang dapat dijalankan dan berukuran kecil dengan kemampuan memperbanyak diri, baik dengan cara menempelkan sebagian atau seluruh file atau aplikasi program, dan mengakibatkan komputer kita melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan.
Teknologi Penulisan Virus
| Polymorphic | virus akan mengubah dirinya pada setiap tahap infeksi, sehingga menyulitkan proses identifikasi virus |
| Encryption | virus melakukan enkripsi terhadap tubuh virus maupun file yang diinfeksinya |
| Anti-Debugging | virus berusaha menggagalkan proses debugging, dan tak jarang mampu mengunci komputer setiap kali virus berusaha didebug |
| Steath | virus berusaha menutupi kehadiran dirinya didalam sistem dari segala bentuk pendeteksian |
| Self-modifyng | mirip dengan polymorphic |
Cara Kerja Virus Masuk ke Sistem Komputer
1. Software - software bajakan besar kemungkinan mengandung virus dari komputer tempat software tersebut digandakan bila komputer asal tersebut telah terjangkiti virus. Untuk itu perlu berhati-hati dengan program-program bajakan, terlebih lagi dengan program games.
2. Disket atau CD juga merupakan media virus memasuki system komputer kita. Baik disket atau CD dari badan-badan yang terpercaya ataupun tidak. Oleh sebab itu, CD atau disket discan terlebih dahulu dengan anti virus update terbaru sebelum digunakan.
3. email-email dari internet, karena tidak tertutup kemungkinan email tersebut memuat script virus atau bahkan mengandung attachment berupa program terinfeksi virus.
4. Anti Virus, sifat beberapa anti virus yang hanya mengadakan pengujian pada awal byte, tidak melakukan proses self-chek, program virus dapat diuninstall dan tidak memiliki batas kadaluarsa adalah potensial digunakan untuk penyebaran virus computer.
Mendeteksi Keberadaan Virus pada Sistem Komputer
1. Penambahan ukuran file tanpa alasan yang jelas. Hal ini mengindikasikan adanya virus.
2. Program tidak berjalan secara normal dan diikuti dengan pesan-pesan error. Atau disertai dengan animasi-animasi (walaupun menarik).
3. Adanya perubahan-perbahan struktur direktori tanpa sebab.
4. Penurunan jumlah memori yang tersedia yang disebabkan bukan karena komputer sedang menjalankan program-program komputer. Aktifitas sistem keseluruhan berjalan secara lambat. Untuk mengeksekusi program membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya.
Secara umum, virus merupakan salah satu dari gangguan yang ada dalam suatu sistem komputer. Virus tersebut dalam perkembangannya dibedakan menjadi bermacam-macam. Sebagai contoh adalah worm dan Trojan. Worm adalah salah satu contoh dari virus yang beredar melalui attachment file dari email. Sifatnya tidak merusak system, hanya saja akan memberikan beban pada file server e-mail, karena dirinya dapat memperbanyak diri dan mengirim dirinya sendiri ke address book yang ada dalam e-mail kita. Trojan sebenarnya tidak masuk dalam kategori virus karena dia tidak bisa memperbanyak dirinya, dan biasanya dikemas dalam suatu program yang menarik sehingga membuat user ingin mengaktifkannya.
Virus dapat digolongkan menjadi beberapa macam, antara lain:
· BOOT -- menjangkiti sector boot dalam floppy; MBR (master boot record), sector sekatan (partition sector), DOS boot record / sector boot DOS pada hard disk.
· FILE -- menjangkiti .COM dan .EXE, bila dijalankan, Sifatnya menambahkan perintah-perintah tertentu, contoh : menampilkan pesan, membunyikan speaker, perusakan dengan penghapusan data, dan yang paling parah adalah dapat mem-FORMAT.
· MAKRO -- tidak bergantung OS, biasanya menyerang dokumen-dokumen.
· MULTIPARTITE -- menyerang baik file maupun boot sector, Dapat menginfeksi system terus-menerus sebelum terdeteksi oleh scanner antivirus.
· POLYMORPHIC -- mengubah kode dirinya saat dilewatkan pada mesin yang berbeda; penulisan secara tidak umum.
· STEALTH -- menyembunyikan diri dengan membuat file yang terinfeksi tampak seperti tidak terinfeksi.
Contoh dari virus yang berupa worm adalah salah satu yang berbahaya karena peredarannya yang sangat cepat melalui jaringan internet. Virus dan worm terganas tahun 2003 menurut Sophos adalah Sobig-F, Blaster-A, Nachi-A, Gibe-F, Dumaru-A, Sober-A, Mimail-A, Bugbear-B, Sobig-E, dan Klez-H. Sedangkan sampai saat ini, virus yang menimbulkan kerugian terbesar adalah virus LoveLetter yang menimbulkan kerugian sampai $ 10 juta hanya dalam waktu 6 bulan saja. Pada tahun ini dunia dikejutkan oleh beberapa virus baru, diantaranya virus Netsky, Bagle, Sasser, MyDoom, dan Redlof.
Perkembangan terbaru dari pembuatan virus adalah pembuat dan penyebar virus komputer kini sudah tidak bekerja sendirian lagi. Hal ini tentu saja akan menjawab misteri di balik semakin banyak dan cepatnya varian-varian dari sebuah virus yang beredar. Semakin terorganisirnya pembuat virus akan membuat dampak penyebarannya dalam masyarakat menjadi lebih hebat.
Dampak dari penyebaran virus secara umum:
· File-file yang tersimpan dalam komputer dapat hilang.
· File-file yang tersimpan dapat menggandakan diri sehingga dapat membuat hard disk menjadi penuh, dan akan berakibat kinerja komputer menjadi semakin lambat.
Pencegahan untuk masuknya virus ke dalam komputer kita:
o Menggunakan antivirus yang telah diupdate secara rutin, dengan autoprotect dinyalakan.
o Scanning semua media penyimpanan eksternal sebelum akan digunakan (disket, cd).
o Jika dihubungkan dengan internet, kombinasikan antivirus dengan firewall dan anti-spamming.
o Menggunakan software freeware atau shareware yang didapat dari situs resmi untuk keamanan dimasukkannya suatu virus di dalamnya.
Apabila komputer sudah terlanjur terinfeksi oleh virus, maka bersihkan dengan mendelete file yang terinfeksi, kemudian update antivirus dengan update yang terbaru. Bila virus terus memblok ketika diupdate, maka gunakan media lain dengan antivirus yang memiliki update terbaru. Jika masih belum berhasil, format komputer yang terinfeksi virus. Jika masih ada, partisi ulang hard disk yang terinfeksi virus.
Contoh Permasalahan dari SASSER:
Belum lagi reda serangan gerombolan Netsky dan Bagle melalui email, pada tanggal 30 April 2004 muncul worm baru sejenis Blaster yang mampu menginfeksi komputer tanpa sepengetahuan pengguna komputer dan memanfaatkan celah keamanan Local Security Authority Subsystem System (LSSAS) yang diumumkan pada tanggal 13 April 2004. Karena mengeksploitasi LSSAS, maka worm ini disebut dengan nama SASSER dan sampai saat ini telah muncul 2 varian yang berbeda. Hal yang cukup memprihatinkan adalah Sasser muncul hanya 17 hari setelah celah keamanannya diumumkan atau 10 hari lebih cepat dari Blaster yang membutuhkan waktu 27 hari untuk muncul setelah celah keamanan RPC Dcom ditemukan.
Menyebabkan Crash pada lssas.exe
Ciri khas dari komputer yang terinfeksi Sasser adalah terjadinya restart berulang pada komputer dan error pada LSA Shell. (lihat gambar 1)

Gambar 1
Disamping itu, pada saat start komputer akan muncul pesan error pada aplikasi lsass.exe (gambar 2).

Gambar 2
Sebenarnya cara untuk mengeksploitasi celah keamanan ini disebarkan melalui internet pada tanggal 29 April 2004 oleh "houseofdabus" dan hanya dalam waktu kurang dari satu hari worm Sasser yang memanfaatkan kode tersebut muncul. Sasser menyerang port 445, yang digunakan untuk mengirimkan SMB (Server Message Blocks) dan sekaligus digunakan oleh Sasser untuk mengidentifikasi OS korbannya. Setelah berhasil mengidentifikasi korbannya, Sasser akan memanfaatkan port 5554 dan 9996 untuk menyebarkan dan mengaktifkan dirinya. Karena itu, kami sarankan anda untuk memblok akses pada port tersebut di atas, terutama port 445 pada firewall anda. Kegiatan scanning yang dilakukan oleh Sasser cukup tinggi, yaitu 128 usaha dan berulang tidak terbatas sehingga dikhawatirkan akan mengakibatkan kemacetan pada akses internet seperti yang terjadi pada saat serangan Blaster.
Lebih Cerdas
Adapun OS yang rentan terhadap serangan Sasser adalah Windows XP, Windows 2000 dan Windows 2000 Server. Windows NT, Windows 98 dan Windows ME tidak rentan dari serangan ini. Dibandingkan dengan Blaster, Sasser memiliki fitur yang lebih cerdas dan lebih tepat sasaran karena menghindari scanning IP lokal 127.0.0.1, 10.x.x.x, 172.[16-31].x.x, 192.168.x.x, dan 169.254.x.x.
Kabar buruk yang dapat kami tambahkan adalah LSASS ini hanya merupakan "salah satu" dari 14 celah keamanan yang diumumkan pada Microsoft Security Bulletin MS04-011 http://www.microsoft.com/technet/security/bulletin/MS04-011.mspx yang secara agregat ke empatbelas celah keamanan tersebut dikategorikan sebagai kritis (sangat berbahaya). Karena itu Vaksincom SANGAT MENYARANKAN para pengguna OS windows untuk segera melakukan update atas semua celah keamanan tersebut di atas. Vaksin.com akan segera mengumumkan detail teknis cara pengupdatean bagi semua OS windows. Bagi seluruh pelanggan PT. Vaksincom akan segera mendapatkan layanan update langsung oleh teknisi Vaksincom secara Gratis, segera hubungi support@vaksin.com jika anda pelanggan Vaksincom dan ingin mendapatkan prioritas untuk segera mendapatkan update.
Apa yang harus anda lakukan jika komputer anda terinfeksi Sasser :
1. Aktifkan Firewall anda atau internet connection firewall pada Windows XP.
2. Update segera program antivirus anda dengan definisi terakhir yang dapat mengenali Sasser. Bagi pengguna Norman Virus Control, pastikan update definisi antivirus anda > 30 April 2004.
3. Matikan hubungan dengan jaringan / internet dengan mencabut kabel LAN atau matikan hubungan wireless.
4. Start komputer dalam Safe Mode (pada saat restart komputer tekan [F5]).
5. Tekan [Ctrl] + [Alt] + [
6. Klik tabulasi [Process]
7. Pilih proses dengan nama avserver.exe dan *_up.exe dan matikan proses Sasser dengan mengklik [End Process] dan tutup jendela Windows Security.
8. Scan komputer anda dengan program antivirus terupdate dan hapus semua virus khususnya yang terdeteksi sebagai W32/Sasser.worm.
9. Kembalikan registri yang dirubah oleh Sasser dengan cara klik [Start] [Run] ketik Regedit [Enter]
10. PAda Registry Editor, temukan kunci registri
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run "avserve.exe" = C:\WINDOWS\avserve.exe dan hapus.
11. Jangan lupa update OS anda melalui windows update untuk mencegah komputer anda terinfeksi lagi.
Menelusuri Awal Kehadiran Virus Komputer
KAPAN malware berupa virus pertama kali dibuat memang masih menjadi bahan perbincangan. Namun, konsep pembuatannya sudah didemonstrasikan pada tahun 1951 oleh John von Neuman, seorang matematikawan asal Hongaria. Kemudian tahun 1959, matematikawan asal Inggris Lionel Penrose mempresentasikan penggandaan diri secara otomatis pada artikelnya yang berjudul Self-Reproducing Machine. Ia menggambarkan strukturnya menggunakan model dua dimensi yang dapat mengaktifkan diri, menggandakan diri, memutasi diri, dan menyerang.
Teori-teori buah pemikiran kedua ahli matematika itu kemudian diaplikasikan oleh para pembuat malware dalam bentuk yang biasa disebut virus. Istilah virus sendiri pertama kali digunakan oleh Len Eidelmen pada tahun 1983 dalam sebuah seminar tentang keamanan berkomputer di Universitas Lehigh.
Salah satunya berupa virus yang pertama menyebar bernama virus Elk Cloner di tahun 1982 yang menyerang komputer Apple II. Virus ini menyebar melalui disket dengan menyusup melalui boot sector. Tingkat gangguannyapun masih berupa teks yang berkedip-kedip manakala komputer melakukan booting melalui disket. Teks itu berisi:
ELK CLONER:
THE PROGRAM WITH A PERSONALITY
IT WILL GET ON ALL YOUR DISKS
IT WILL INFILTRATE YOUR CHIPS
YES, IT'S CLONER IT WILL STICK TO YOU
LIKE GLUE
IT WILL MODIFY RAM, TOO SEND IN THE CLONER!
Kemudian pada tahun 1990 para pengguna komputer dikejutkan oleh gangguan malware lainnya yang tidak hanya menyerang komputer individu, tapi juga sudah mulai mengacaukan jaringan, serangan melalui e-mail, macro, Denial of Service (DoS), dan hacking yang terbatas. Walaupun kala itu penyebarannnya masih dalam hitungan hari.
Namun, kini seiring dengan berkembangnya teknologi komputer, perkembangan jenis malware pun seakan tak berhenti pada satu gangguan saja. Apalagi dengan koneksi internet yang semakin baik, kini bukan jenis virus saja yang menyerang. Beberapa macam malware kini tidak cuma hanya menggangu sistem, tapi juga sudah mampu mencuri informasi seperti nomor kartu kredit, password, alamat e-mail, dan lain-lain.
Awal tahun 2001 dunia komputer pun mulai dikejutkan oleh kemunculan virus CodeRed dan Nimda yang berhasil melumpuhkan lalu lintas internet di seluruh dunia. Kemudian disusul ditemukannya virus Slapper pada tanggal 12 Agustus 2002 semacam virus Linux yang berhasil mengacaukan 12.000 komputer yang menjalankan server Linux Apache Web Server dalam waktu 24 jam sejak diluncurkannnya.
Tahun berikutnya pada tanggal 12 Agustus 2003 aktivitas pemakai komputer mulai dipusingkan oleh kemunculan virus Blaster yang mampu me-restart komputer terus- menerus, karena virus ini berhasil mengeksploitasi celah keamanan RPC Dcom. Belum lagi adanya Sobig.F yang muncul sebagai spam yang mampu melumpuhkan kemampuan mail server korporat.
Belum selesai dengan blaster dan Sobig.F, tahun 2004 telah muncul lagi beberapa virus baru lainnya macam Bagle.Al, MyDoom.s, serta yang paling banyak dibicarakan yaitu virus Netsky--virus yang dibuat seorang bocah berusia 16 tahun, Sven Jaschan. Yang menarik justru pada saat itu terjadinya apa yang dinamakan war of virus 2004, di mana antar- malware terjadi saling "bunuh". Hal tersebut terjadi karena adanya nilai gengsi untuk menentukan virus siapa yang terkuat serta bertahan walaupun ujung-ujungnya yang menjadi rugi adalah si pengguna karena komputernya dijadikan arena pertempuran. Siapa yang menang, virus itulah yang akan menggerayangi sistem komputer.
Di tahun 2005 para pengguna komputer di tanah air dikejutkan oleh munculnya beberapa virus lokal seperti Tabaru, Kangen, Kumis, Codex, Astanta, Lumnu (tsunami) Kasag (gasak), Nombron, Romdil, dan yang paling banyak mendapat perhatian adalah virus Rontokbro atau biasa disebut virus Brontok. Virus ini mampu me-restart komputer (seperti yang dilakukan virus Blaster), menutup registry editor dan lain-lainnya lagi. Bahkan aksi virus karya anak bangsa ini mampu sampai sekarang mampu menduduki peringkat atas dari jajaran 10 virus yang paling banyak penyebarannya di tanah air.
Koneksi internet memang jadi sarana terbuka bagi siapa saja yang mampu membuat malware. Bahkan kini banyak yang mengamati, malware kebanyakan dibuat untuk mengambil alih kendali atas komputer. Komputer "zombi"-- istilah untuk komputer yang telah diambil alih--digunakan misalnya untuk menyebarkan spam atau dijadikan server untuk suatu layanan (misalnya layanan pornografi) serta mencuri data pribadi. Termasuk di dalamnya DoS lewat jaringan serta kombinasi berbagai malware. (Herni Andriana\Pcplus\Ilkom\Vaksincom)***
Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka beroperasi dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama. Kemudian pada tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di
Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini 'cracker' dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.
Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap pertengahan bulan Juli di
Pengertian Hacker dan Cracker
1. Hacker
Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang-orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer. Digigumi ini menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya, game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa
2. Cracker
Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.
Hirarki / Tingkatan Hacker
1. Elite
Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.
2. Semi Elite
Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
3. Developed Kiddie
Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
4. Script Kiddie
Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
5. Lamer
Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.
Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak.
Kode Etik Hacker
1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.
2. Semua informasi haruslah FREE.
3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.
4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi, dll.
5. Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.
6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.
7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan.
8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software tertentu.
9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas teknologi komputer.
10. Baik Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk menyebarkan informasi pada
Cracker tidak memiliki kode etik apapun.
Aturan Main Hacker
Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio, yaitu:
· Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
· Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
· Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
· Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
· Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.
· Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
· Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
· Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
· Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
· Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.
Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya merusak.
Perbedaan Hacker dan Cracker
a. Hacker
1.Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.
2.Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.
b. Cracker
1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
3. Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
4. Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.
5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.
Dua Jenis Kegiatan Hacking
1. Social Hacking, yang perlu diketahui : informasi tentang system apa yang dipergunakan oleh server, siapa pemilik server, siapa Admin yang mengelola server, koneksi yang dipergunakan jenis apa lalu bagaimana server itu tersambung internet, mempergunakan koneksi siapa lalu informasi apa saja yang disediakan oleh server tersebut, apakah server tersebut juga tersambung dengan LAN di sebuah organisasi dan informasi lainnya
2. Technical Hacking, merupakan tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke dalam system, baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas system itu sendiri yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan (lubang keamanan) yang terdapat dalam system atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan akses penuh kedalam system dengan cara apapun dan bagaimana pun.
Contoh Kasus Hacker
1. Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s(414 merupakan kode area lokal mereka) yang berbasis di
2. Digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer dengan menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya : game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa
3. Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama "unik", seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.
Akibat yang Ditimbulakan oleh Hacker dan Cracker
Hacker : membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.
Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.
Kesimpulan
Para hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Oleh karena itu, berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Maka hacker dapat disebut sebagai pahlawan jaringan sedang cracker dapat disebut sebagai penjahat jaringan karena melakukan melakukan penyusupan dengan maksud menguntungkan dirinya secara personallity dengan maksud merugikan orang lain. Hacker sering disebut hacker putih (yang merupakan hacker sejati yang sifatnya membangun) dan hacker hitam (cracker yang sifatnya membongkar dan merusak)
rnyata, komputer bisa terserang virus juga. Sebenarnya virus komputer itu berbentuk apa ya? Kira-kira, virus komputer itu sama tidak ya dengan virus pada manusia? Lalu apakah virus komputer itu menular? Kemudian, bagaimana caranya agar komputer kita tidak terinfeksi virus? Ingin tahu jawabannya? Silahkan baca kelanjutan artikel berikut ini...
Dalam ilmu kedokteran, virus pada makhluk hidup adalah mikro organisme yang tidak dapat dilihat oleh mikroskop biasa, jadi hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Pada ilmu komputer, virus yang dimaksud adalah adalah sebuah program
komputer yang memiliki kemampuan untuk menggandakan diri dengan cara menyisipkan program / script ke dalam sebuah file lain. Mirip seperti virus biologis, virus komputer dapat menyebar dengan cepat pada file-file dalam sebuah komputer, atau bahkan menulari file di komputer lain, baik melalui jaringan maupun lewat kegiatan tukar-menukar file. Saat ini banyak virus yang sengaja disebarkan melalui email. Oleh karenanya, jika komputer kita terhubung langsung ke internet, sebaiknya kita harus memasang antivirus dan upayakan agar selalu ter-update (diperbaharui).
Jenis Virus
Dahulu kita mengenal pembagian virus berdasarkan sasaran penyebarannya, yaitu virus boot sector dan virus file. Virus boot sector didesain oleh pembuatnya untuk menginfeksi boot sector, yakni bagian dari sebuah media penyimpanan (disket, hard disk) yang pertama kali dibaca oleh sistem operasi saat media tersebut diakses. Sekali media penyimpanan yang terinfeksi oleh virus jenis ini dipakai untuk melakukan booting, maka virus pun menetap di memory dan siap menginfeksi media penyimpanan lain yang digunakan di komputer yang sama. Belakangan, virus boot sector berkembang menjadi tipe yang lebih ganas, yaitu yang dikenal sebagai virus partisi (partition table). Tabel partisi adalah bagian pada hard disk yang menyimpan data-data CHS (cylinder/head/sector) yang menjadi pedoman bagi sistem operasi untuk melakukan proses pembacaan. Sekali bagian ini dihancur-leburkan oleh virus, maka tentunya hard disk tidak lagi dapat dibaca dan seluruh data didalamnya pun melayang.
Sementara itu, virus file bekerja dengan cara menyisipkan programnya dalam sebuah file. Dahulu, saat penggunaan sistem operasi DOS masih meluas, sasaran virus jenis ini adalah file-file executable, yaitu file yang namanya berakhiran dengan ekstensi .COM atau .EXE. Selain melakukan penularan, virus file seringkali menambahkan perintah-perintah tertentu pada kode program yang ditularinya. Umumnya virus semacam ini memiliki sifat sebagai "bom waktu", dimana program
virus perusak komputer
Virus Perusak Program Komputer
KEMAJUAN di bidang teknologi komputer memang sungguh luar biasa, baik menyangkut peranti keras (hardware) maupun lunak (software).
Virus komputer hanyalah salah satu tipe dari apa yang disebut dengan malware (malicious software) atau malcode (malicious code), yakni semacam program komputer--baik makro atau script-- yang dapat dieksekusi dan dibuat dengan tujuan merusak sistem komputer tanpa pengetahuan pemiliknya. Bahkan para ahli telah mencatat lebih dari 40.000 malware/malcode kini tersebar di dunia maya.
Lalu, di mana sebenarnya letak kepentingan dari hadirnya malware/malcode ini? Selain diciptakan memang untuk merusak apa yang ada dalam komputer, beberapa alasan lainnya yang sering menjadi tujuan dari pembuat malware adalah menyangkut ideologi seseorang. Misalnya saja secara tiba-tiba menyampaikan pesan yang berbau politik, kekecewaan, dan lain-lain. Motif lainnya adalah mengumpulkan informasi untuk mengetahui kebiasaan orang berkomputer, terutama berinternet, dan mengirimkan informasi itu ke pembuatnya, yang kemudian menjualnya ke pihak lain yang memerlukan. Biasanya informasi itu menyangkut username, password, serta nomor pin atau bahkan nomor rekening bank.
Macam-macam
”malware” atau ”malcode”
Ada beberapa nama atau tipe selain virus yang mampu merusak seluruh jenis perangkat lunak yang dikenal di dunia komputer seperti worm, wabbit, keylogger, browser hijacker, trojan horse, spyware, backdoor, dan dialer. Perbedaan nama-nama disesuaikan dengan jenis pengrusakan yang dilakukannnya pada sebuah PC. Berikut nama-nama malware/malcode yang terbagi dalam beberapa golongan.
”Virus”
Istilah ini memang paling banyak disebut orang apabila komputernya mengalami gangguan. Tipe malware ini memiliki kemampuan mereproduksi diri sendiri yang terdiri dari kumpulan kode yang dapat memodifikasi target kode yang sedang berjalan, atau dapat pula memodifikasi struktur internal target kode, sehingga target kode sebelum berjalan dipaksa menjalankan virus. Target utamanya biasanya file yang bisa dijalankan seperti EXE, COM, dan VBS. beberapa file dokumen sering kali dijadikan sarang untuk penyebarannya ke komputer lain. Macam virus masih dapat dibagi lagi dalam beberapa kategori.
Boot virus, yakni virus yang berada di boot sector. Jika komputer dinyalakan, sebuah inisial program di boot sector akan dijalankan. File virus adalah virus yang menginfeksi executable program. Multipartite virus adalah virus yang menginfeksi boot sector dan file. Macro virus adalah virus dengan target sasaran file dokumen seperti Microsoft Excel atau Word. Ia akan memulai menginfeksi bila program aplikasi membaca dokumen yang berisi macro.
”Worm”
Sering disebut cacing, adalah sebuah program yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan sarang untuk penyebarannya, tidak seperti tipe virus yang menjadikan file dokumen sebagai sarang penyebaran. Namun, perbedaan yang paling mendasar dari worm dan virus adalah, apakah menginfeksi target kode atau tidak. Virus menginfeksi target kode, tetapi worm tidak. Worm hanya ngendon di memori dan mampu memodifikasi dirinya sendiri. Targetnya kebanyakan hanya memori komputer. Namun, malware ini juga mampu memblok akses ke situs antivirus, serta mematikan fitur keamanan di sistem operasi.
”Wabbit”
Diprogram untuk memakan sumber daya yang banyak pada sebuah sistem operasi menjadikan malware wabbit mampu membuat komputer menjadi lambat. Berbeda dengan worm yang penyebarannya ke komputer lain melalui jaingan, wabbit justru lebih merusak komputer lokal dengan cara menggandakan dirinya secara terus-menerus. Hasil penggandaan itulah yang membuat sistem operasi jadi ”loyo”.
”Keylogger”
Jika malware ini telah terinstal di komputer, apa yang kita tekan di keyboard semuanya bakal terekam. Diprogram lebih mirip mata-mata. Alhasil, segala informasi penting bisa kebobolan seperti username, password, dan informasi lainnya. Bahayanya lagi, jika kita melakukan transaksi melalui e-banking dan tanpa disadari kita memasukkan nomor PIN atau bahkan nomor rekening tabungan kita, walaupun sistem enkripsi sudah diterapkan oleh website yang bersangkutan, terbukti malware ini mampu merekamnya.
”Browser Hijacker”
Malware ini punya kemampuan mengacaukan/membelotkan alamat website yang kita tuju ke alamat yang tidak kita inginkan. Selain itu, malware ini pun mampu menambahkan bookmark, mengganti homepage serta mengubah pengaturan browser. Nah, browser yang sering jadi incaran para cracker di sini adalah browser yang paling banyak digunakan yaitu internet explorer bawaan Windows. Namun, tidak menutup kemungkinan browser lainnya seperti Opera, Firefox, dan yang lainnya bakal jadi sasaran para cracker.
”Trojan horse”
Berbeda dengan virus, trojan horse tidak dapat memproduksi diri sendiri. Pada umumnya, mereka dibawa oleh utility program lainnya. Utility program tersebut mengandung dirinya, atau Trojan horse itu sendiri ber-"lagak" sebagai utility program yang dijadikan tunggangan malware lain macam virus, worm wabbit, dan spyware.
Trojan horse masih dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, DOS trojan horse, yang berjalan di DOS. Ia mengurangi kecepatan komputer atau menghapus file pada hari atau situasi tertentu. Kedua, Windows trojan horse, dijalankan pada sistem Microsoft Windows. Jumlah Windows trojan horse terus meningkat dan digunakan sebagai program untuk hacking dengan tujuan jahat yang dapat mengoleksi informasi dari komputer yang tersambung internet.
”Spyware”
Tahu cara kerja agen rahasia? Itulah tujuan yang dilakukan oleh pembuat program malware ini. Programnya diinstal secara rahasia, tanpa disadari oleh pengguna komputer. Program ini sebagai bagian dari perangkat lunak lain, seperti perangkat lunak sharing musik yang diperoleh melalui download. Setelah terinstal, selanjutnya program ini akan mengamati aktivitas komputer secara rahasia, tanpa disadari oleh pengguna komputer. Sebagian besar spyware mencoba membuat pengguna untuk membuka halaman iklan dan atau halaman web lain. Beberapa spyware juga mengirim informasi mengenai pengguna komputer ke komputer lainnya di internet.
”Backdoor ”
Berdasarkan cara kerja dan perilaku penyebarannnya, malware ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama mirip dengan trojan. Mereka secara manual dimasukkan ke dalam suatu file program pada perangkat lunak dan kemudian ketika perangkat lunak tersebut diinstal mereka menyebar. Yang kedua mirip dengan worm. Backdoor dalam kelompok ini dijalankan sebagai bagian dari proses root. Backdoor mampu mengacaukan lalu lintas jaringan, melakukan brute force untuk meng-crack password dan enkripsi dan mendistribusikan serangan distributed denial of service (Ddos).
”Dialer ”
Jangan kaget kalau komputer yang baru kita nyalakan tiba-tiba mencoba menghubungkan diri ke internet, padahal tak ada satu pun perangkat komputer kita yang sengaja dihubungkan dengan internet. Nah, kalau kejadiannnya demikian, maka komputer kita telah terinfeksi malware jenis dialer.
Malware ini mampu mengganti nomor penyedia layanan internet yang bisa dihubungi dengan nomor penyedia layanan internet lain. Maksud dan tujuannya tentu saja mengirimkan segala informasi yang didapat oleh keylogger, spyware, atau malware lain ke seseorang yang mempunyai tujuan tertentu. Selain itu, penyedia jasa telepon juga akan sangat diuntungkan dengan adanya koneksi paksaan tersebut. (Herni Andriani/Ilkom/Pcplus/vaksincom)***
Rabu, 28 November 2007
MEDIA PENYIMPANAN MASA DEPAN....
Media Penyimpanan Masa Depan
Beberapa saat lagi kita akan menyaksikan peluncuran pertama di dunia, suatu alat penyimpanan yang berbasis holograph. Perusahaan dibalik peluncuran ini adalah perusahaan InPhase, perusahaan dari Alcatel-Lucent’s Bell Labs. InPhase adalah 1 dari 20 perusahaan seluruh dunia yang sedang meriset teknologi baru ini.
Generasi pertama dari teknologi data holograph ini menawarkan sekitar 300GB/ standart disc, yaitu sekitar 6x lebih dari Blu-ray maupun HD-DVD. Dan itu hanya tahap pertama dari janji yaitu 1.6TeraBytes/single disc dalam jangka 3 tahun.
Holograph jauh lebih baik dari tape dimana hanya perlu me-maintaince sekitar 50 tahun 1x dimana tape butuh sekitar 5 tahun sekali untuk memcopy kembali data-data tersebut ke tape yang baru.
Holograph juga mem support random access dimana akan memberi user kemampuan untuk mengakses data dimana saja yang mungkin akan membuat RAM menjadi kurang bermanfaat.
Ide ini telah ada selama 40 tahun. Yang membuat hal ini mungkin bekerja adalah teknologi laser yang telah maju melalui DVD dan CMOS (Complementary Metal-Oxide Semiconductor) yang digunakan pada kamera digital. Dan juga dibantu oleh produksi media holograph yang menuju pada alat penyimpanan yang lebih stabil.
Ketika teknologi optical disc sekarang pantulan cahaya dari laser yang ditargetkan ke disc, maka holograph bekerja melalui penciptaan ruang 3 dimensi pada media. Sinar dari 1 laser dibagi menjadi 2. Data 0 dan 1 dipancarkan melalui laser data dan dikonversikan menjadi jutaan area gelap dan terang dalam area holograph.

Dalam teori, holograph memiliki transfer rate yang sangat tinggi, bisa mencapai 1GB/s dimana 40x lebih cepat dari DVD. Ini dikarenakan system holograph menyimpan dan mengambil setiap lembar data, sekitar 60.000bits data dalam 1 sinar, dimana DVD hanya dapat mentransfer 1 bit per sinar.
Namun ini hanya teori, dalam realita kecepatannya turun drastic. Meski disc InPhase sangat baik dalam kapasitas dan integritas namun transfer rate hanya mencapai 20Mbits/s.
Untuk mengolah gambar dalam media ini megnggunakan cmos dan laser..dan media ini disebut pagewise.dan media penyimpanan ini dapat menyinpan data sampai 5 tahun lebih dan masih terus dikembangkan.
perbedaan hd dvd dan blue ray
HD-DVD dan Blu-ray
Dalam waktu yang tak lama lagi, disc optikal dengan format DVD (digital versatile disc) mungkin akan bernasib sama seperti format VCD (video compact disc), lambat laun akan ditinggalkan oleh penggunanya. Alasannya cukup logis, saat ini beberapa perangkat terbaru tengah mengadopsi disc optikal baru yakni Blu-ray dan HD DVD (high definition digital versatile disc).


Perusahaan raksasa asal Jepang, Sony, telah mencangkokkan player disc drive-nya untuk memutar Blu-ray pada produk larisnya PlayStation 3 (PS3).


Begitu pula dengan HD DVD seperti yang di tunjukkan oleh perusahaan Toshiba dan Acer, pada tahun depan dipastikan semua produk laptop kedua perusahaan tersebut bakal dilengkapi drive HD DVD.


Kedua format ini terus berlomba saling adu popularitas. Tujuan keduanya sama, yakni berniat menggeser pangsa pasar DVD yang beberapa tahun belakangan ini menjadi disc optikal paling banyak diadopsi oleh berbagai perangkat elektronik multimedia.
Di satu sisi, persaingan dan adu popularitas kedua format disc tersebut, akan menguntungkan konsumen. Namun di sisi lain, konsumen sering dibuat bingung; harus memilih yang mana? Apa saja yang menjadi keunggulan dan kelemahan keduanya? Faktor-faktor apa saja yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memutuskan memilih Blu-ray atau HD DVD? Untuk itulah, ada baiknya kita ketahui kedua format disc tersebut.
Blu-ray

Disc optikal Blu-ray yang dirancang oleh Blu-ray Disc Association yang beranggotakan nama-nama besar di bidang elektronik macam Apple, Dell,
Kapasitas penyimpanannya hingga 5-6 kali lipat kapasitas keping DVD. Jadi, jika satu keping DVD single layer memuat data sebanyak 4,7 GB, Blu-ray mampu menampung data hingga 25 GB per layer. Dengan kemampuan daya tampung yang cukup besar, tentu saja akan sangat memanjakan mereka yang sering merekam gambar atau melakukan rewrite dan playback video HD (high definition).
Keunggulan lain dari Blu-ray adalah kemampuan mendukung teknologi multilayer disc dengan total kapasitas yang bisa ditampung hingga 100-200 GB dalam satu kepingnya. Sebagai gambaran, Blu-ray dengan kapasitas 50 GB per layer bisa memutar film selama 9 jam dari video HD atau setara dengan 23 jam video dengan format standard definition.
Kemampuan menyimpan data yang cukup besar ini dikarenakan Blu-ray memanfaatkan laser biru-violet yang mempunyai panjang gelombang 405 nm (nanometer) untuk membaca dan menulis data, sedangkan DVD yang memanfaatkan laser merah mempunyai panjang gelombang 650 nm. Dengan gelombang yang lebih pendek, ia bisa menyorot objek dengan presisi tinggi.
Hasilnya, data bisa diikat dengan lebih ketat dan disimpan di ruang yang lebih kecil. Jadi, inilah yang memungkinkan Blu-ray menyimpan data lebih banyak daripada CD, DVD, atau HD DVD walau bentuk ukuran kepingnya sama.
Blu-ray memiliki lapisan permukaan yang tipis, hanya 0,1 mm, jauh lebih tipis dibanding dengan HD DVD yang berukuran 0,6 mm. Ketipisan ini bertujuan agar laser lebih fokus dalam menembakkan data. Namun, ketipisan inilah yang membuat harga Blu-ray jadi lebih mahal karena adanya proses hard coating khusus dalam pengerjaannya.
Untuk urusan baca dan tulis (read and write) Blu-ray mempunyai kecepatan minimal sekitar 36 Mbps. Bahkan rencananya akan ditingkatkan hingga 288 Mbps. Bandingkan dengan DVD yang mempunyai kecepatan baca tulis hanya 10 Mbps. Walaupun formatnya tergolong beda, Blu-ray memiliki kompabilitas dengan format terdahulunya semacam CD atau DVD. Inilah yang membuat Blu-ray banyak disukai.
Inilah keterangan detail dari Blu-ray:

Media type:
High-density optical disc Encoding: MPEG-2, MPEG-4 AVC (H.264), and VC-1
Capacity: 25 GB (single layer), 50 GB (dual layer)
Read mechanism: 1x@36 Mbit/s & 2x@72 Mbit/s
Developed by: Blu-ray Disc Association
Usage: Data storage, High-definition video and PlayStation 3 Games.

HD-DVD
HD DVD biasa juga disebut AOD (advanced optical disc). Disc optikal ini merupakan generasi lanjutan dari DVD. Bedanya, HD DVD mempunyai kapasitas simpan yang jauh lebih besar, yakni 3 kali dari DVD. Jadi, jika DVD mampu memuat 4,7 GB per layer, HD DVD mampu menampung sekitar 15 GB per layer. Jika terdapat dual layer, maka HD DVD ini mampu menampung 30 GB.
Jika dibandingkan dengan Blu-ray, memang kapasitas HD DVD jauh lebih kecil dengan kapabilitasnya tak seinteraktif Blu-ray. Namun, kekurangan itu diimbangi oleh harga HD DVD yang jauh lebih murah daripada Blu-ray, padahal kualitas yang ditawarkan sama, yakni high definition.

Raw data transfer HD-DVD mencapai 36.55 Mbit/s.
Audio+Video+Subtitles 30.24 Mbit/s.
Video Resolution Max mencapai 1920 x 1080.
Lalu harus pilih yang mana? Untuk menjawabnya, sangat tergantung selera masing-masing. Tentunya dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan oleh keduanya. Jika tidak ingin pusing dengan urusan penyimpanan data, Blu-ray bisa jadi pilihan. Namun, jika urusan harga, HD DVD bisa jadi pilihan.
Namun demikian, melalui inovasi teknologi, persaingan antara keduanya, tampaknya bakal bisa "dijembatani". Hal ini juga sekaligus bisa meredakan kebingungan konsumen. Apa itu? Beberapa vendor telah mengeluarkan player (disc drive) yang bisa memutar kedua format disc tersebut, baik Blu-ray maupun HD DVD.
Dengan hadirnya disc drive multiplayer ini sekaligus juga menjadi solusi yang cukup efektif bagi pengguna yang enggan memilih atau ingin menikmati kecanggihan dua teknologi yang berbeda dalam satu perangkat saja.
HD-DVD dan Blu-ray
Dalam waktu yang tak lama lagi, disc optikal dengan format DVD (digital versatile disc) mungkin akan bernasib sama seperti format VCD (video compact disc), lambat laun akan ditinggalkan oleh penggunanya. Alasannya cukup logis, saat ini beberapa perangkat terbaru tengah mengadopsi disc optikal baru yakni Blu-ray dan HD DVD (high definition digital versatile disc).


Perusahaan raksasa asal Jepang, Sony, telah mencangkokkan player disc drive-nya untuk memutar Blu-ray pada produk larisnya PlayStation 3 (PS3).


Begitu pula dengan HD DVD seperti yang di tunjukkan oleh perusahaan Toshiba dan Acer, pada tahun depan dipastikan semua produk laptop kedua perusahaan tersebut bakal dilengkapi drive HD DVD.


Kedua format ini terus berlomba saling adu popularitas. Tujuan keduanya sama, yakni berniat menggeser pangsa pasar DVD yang beberapa tahun belakangan ini menjadi disc optikal paling banyak diadopsi oleh berbagai perangkat elektronik multimedia.
Di satu sisi, persaingan dan adu popularitas kedua format disc tersebut, akan menguntungkan konsumen. Namun di sisi lain, konsumen sering dibuat bingung; harus memilih yang mana? Apa saja yang menjadi keunggulan dan kelemahan keduanya? Faktor-faktor apa saja yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memutuskan memilih Blu-ray atau HD DVD? Untuk itulah, ada baiknya kita ketahui kedua format disc tersebut.
Blu-ray

Disc optikal Blu-ray yang dirancang oleh Blu-ray Disc Association yang beranggotakan nama-nama besar di bidang elektronik macam Apple, Dell,
Kapasitas penyimpanannya hingga 5-6 kali lipat kapasitas keping DVD. Jadi, jika satu keping DVD single layer memuat data sebanyak 4,7 GB, Blu-ray mampu menampung data hingga 25 GB per layer. Dengan kemampuan daya tampung yang cukup besar, tentu saja akan sangat memanjakan mereka yang sering merekam gambar atau melakukan rewrite dan playback video HD (high definition).
Keunggulan lain dari Blu-ray adalah kemampuan mendukung teknologi multilayer disc dengan total kapasitas yang bisa ditampung hingga 100-200 GB dalam satu kepingnya. Sebagai gambaran, Blu-ray dengan kapasitas 50 GB per layer bisa memutar film selama 9 jam dari video HD atau setara dengan 23 jam video dengan format standard definition.
Kemampuan menyimpan data yang cukup besar ini dikarenakan Blu-ray memanfaatkan laser biru-violet yang mempunyai panjang gelombang 405 nm (nanometer) untuk membaca dan menulis data, sedangkan DVD yang memanfaatkan laser merah mempunyai panjang gelombang 650 nm. Dengan gelombang yang lebih pendek, ia bisa menyorot objek dengan presisi tinggi.
Hasilnya, data bisa diikat dengan lebih ketat dan disimpan di ruang yang lebih kecil. Jadi, inilah yang memungkinkan Blu-ray menyimpan data lebih banyak daripada CD, DVD, atau HD DVD walau bentuk ukuran kepingnya sama.
Blu-ray memiliki lapisan permukaan yang tipis, hanya 0,1 mm, jauh lebih tipis dibanding dengan HD DVD yang berukuran 0,6 mm. Ketipisan ini bertujuan agar laser lebih fokus dalam menembakkan data. Namun, ketipisan inilah yang membuat harga Blu-ray jadi lebih mahal karena adanya proses hard coating khusus dalam pengerjaannya.
Untuk urusan baca dan tulis (read and write) Blu-ray mempunyai kecepatan minimal sekitar 36 Mbps. Bahkan rencananya akan ditingkatkan hingga 288 Mbps. Bandingkan dengan DVD yang mempunyai kecepatan baca tulis hanya 10 Mbps. Walaupun formatnya tergolong beda, Blu-ray memiliki kompabilitas dengan format terdahulunya semacam CD atau DVD. Inilah yang membuat Blu-ray banyak disukai.
Inilah keterangan detail dari Blu-ray:

Media type:
High-density optical disc Encoding: MPEG-2, MPEG-4 AVC (H.264), and VC-1
Capacity: 25 GB (single layer), 50 GB (dual layer)
Read mechanism: 1x@36 Mbit/s & 2x@72 Mbit/s
Developed by: Blu-ray Disc Association
Usage: Data storage, High-definition video and PlayStation 3 Games.

HD-DVD
HD DVD biasa juga disebut AOD (advanced optical disc). Disc optikal ini merupakan generasi lanjutan dari DVD. Bedanya, HD DVD mempunyai kapasitas simpan yang jauh lebih besar, yakni 3 kali dari DVD. Jadi, jika DVD mampu memuat 4,7 GB per layer, HD DVD mampu menampung sekitar 15 GB per layer. Jika terdapat dual layer, maka HD DVD ini mampu menampung 30 GB.
Jika dibandingkan dengan Blu-ray, memang kapasitas HD DVD jauh lebih kecil dengan kapabilitasnya tak seinteraktif Blu-ray. Namun, kekurangan itu diimbangi oleh harga HD DVD yang jauh lebih murah daripada Blu-ray, padahal kualitas yang ditawarkan sama, yakni high definition.

Raw data transfer HD-DVD mencapai 36.55 Mbit/s.
Audio+Video+Subtitles 30.24 Mbit/s.
Video Resolution Max mencapai 1920 x 1080.
Lalu harus pilih yang mana? Untuk menjawabnya, sangat tergantung selera masing-masing. Tentunya dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan oleh keduanya. Jika tidak ingin pusing dengan urusan penyimpanan data, Blu-ray bisa jadi pilihan. Namun, jika urusan harga, HD DVD bisa jadi pilihan.
Namun demikian, melalui inovasi teknologi, persaingan antara keduanya, tampaknya bakal bisa "dijembatani". Hal ini juga sekaligus bisa meredakan kebingungan konsumen. Apa itu? Beberapa vendor telah mengeluarkan player (disc drive) yang bisa memutar kedua format disc tersebut, baik Blu-ray maupun HD DVD.
Dengan hadirnya disc drive multiplayer ini sekaligus juga menjadi solusi yang cukup efektif bagi pengguna yang enggan memilih atau ingin menikmati kecanggihan dua teknologi yang berbeda dalam satu perangkat saja.