Minggu, 09 Desember 2007

VIRUS DAN DAMPAKNYA

Pada tahun 1950, ahli saintis komputer membicarakan agar file bisa menggandakan dirinya sendiri dan file tersebut dapat menyebar di komputer lain. Akan tetapi, ketika itu belum diketemukan caranya. Kemudian pada tahun 1983, seorang mahasiswa dari Universiti of California, yaitu Fred Cohen mulai menulis mengenai virus komputer tersebut. Setiap virus harus diprogramkan. Virus dapat diprogram atau dapat dibuat melalui beberapa bahasa pemrograman, misalnya : ASM(Asembler), VBScript, C++, PASCAL, Qbasic, dan lain-lain.

Pada awalnya program “VIRUS” diciptakan untuk melindungi program yang dibuat oleh programmer agar karyanya tidak dibajak oleh orang lain (Hanya memberi pelajaran).

Tetapi hal ini kemudian berkembang menjadi suatu hal yang menimbulkan dampak negatif ketika orang mulai menggunakan virus computer bukan lagi untuk melindungi karyanya tetapi sudah mulai melakukan tindakan destruktif yang bertujuan menghancurkan lawan atau musuh. Sampai saat sekarang berkembang model-model virus yang mampu melakukan kegiatan mata-mata, pemghancuran dokumen, pemalsuan dokumen, dan lain-lain. Virus mulai meluas pada awal tahun 1990.

Virus computer didefinisikan sebagai :

1. Sebuah program yang mampu melakukan duplikasi dirinya didalam sistem komputer yang dimasukinya, dan memiliki potensi besar untuk melakukan manipulasi terhadap sistem tersebut.

2. Virus adalah sebuah kode komputer yang dapat dijalankan dan berukuran kecil dengan kemampuan memperbanyak diri, baik dengan cara menempelkan sebagian atau seluruh file atau aplikasi program, dan mengakibatkan komputer kita melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan.

Teknologi Penulisan Virus

Polymorphic

virus akan mengubah dirinya pada setiap tahap infeksi, sehingga menyulitkan proses identifikasi virus

Encryption

virus melakukan enkripsi terhadap tubuh virus maupun file yang diinfeksinya

Anti-Debugging

virus berusaha menggagalkan proses debugging, dan tak jarang mampu mengunci komputer setiap kali virus berusaha didebug

Steath

virus berusaha menutupi kehadiran dirinya didalam sistem dari segala bentuk pendeteksian

Self-modifyng

mirip dengan polymorphic

Cara Kerja Virus Masuk ke Sistem Komputer

Ada beberapa jalan yang dapat dipergunakan oleh virus computer dalam melakukan aksinya. Jalan tersebut dapat melalui media berikut ini :

1. Software - software bajakan besar kemungkinan mengandung virus dari komputer tempat software tersebut digandakan bila komputer asal tersebut telah terjangkiti virus. Untuk itu perlu berhati-hati dengan program-program bajakan, terlebih lagi dengan program games.

2. Disket atau CD juga merupakan media virus memasuki system komputer kita. Baik disket atau CD dari badan-badan yang terpercaya ataupun tidak. Oleh sebab itu, CD atau disket discan terlebih dahulu dengan anti virus update terbaru sebelum digunakan.

3. email-email dari internet, karena tidak tertutup kemungkinan email tersebut memuat script virus atau bahkan mengandung attachment berupa program terinfeksi virus.

4. Anti Virus, sifat beberapa anti virus yang hanya mengadakan pengujian pada awal byte, tidak melakukan proses self-chek, program virus dapat diuninstall dan tidak memiliki batas kadaluarsa adalah potensial digunakan untuk penyebaran virus computer.

Mendeteksi Keberadaan Virus pada Sistem Komputer

Ada banyak cara untuk mendeteksi keberadaan virus pada system kita. Di antaranya adalah seperti tanda-tanda di bawah ini yang kemungkinan mengindikasikan adanya virus komputer pada system pembaca.

1. Penambahan ukuran file tanpa alasan yang jelas. Hal ini mengindikasikan adanya virus.

2. Program tidak berjalan secara normal dan diikuti dengan pesan-pesan error. Atau disertai dengan animasi-animasi (walaupun menarik).

3. Adanya perubahan-perbahan struktur direktori tanpa sebab.

4. Penurunan jumlah memori yang tersedia yang disebabkan bukan karena komputer sedang menjalankan program-program komputer. Aktifitas sistem keseluruhan berjalan secara lambat. Untuk mengeksekusi program membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya.

Secara umum, virus merupakan salah satu dari gangguan yang ada dalam suatu sistem komputer. Virus tersebut dalam perkembangannya dibedakan menjadi bermacam-macam. Sebagai contoh adalah worm dan Trojan. Worm adalah salah satu contoh dari virus yang beredar melalui attachment file dari email. Sifatnya tidak merusak system, hanya saja akan memberikan beban pada file server e-mail, karena dirinya dapat memperbanyak diri dan mengirim dirinya sendiri ke address book yang ada dalam e-mail kita. Trojan sebenarnya tidak masuk dalam kategori virus karena dia tidak bisa memperbanyak dirinya, dan biasanya dikemas dalam suatu program yang menarik sehingga membuat user ingin mengaktifkannya.

Virus dapat digolongkan menjadi beberapa macam, antara lain:

· BOOT -- menjangkiti sector boot dalam floppy; MBR (master boot record), sector sekatan (partition sector), DOS boot record / sector boot DOS pada hard disk.

· FILE -- menjangkiti .COM dan .EXE, bila dijalankan, Sifatnya menambahkan perintah-perintah tertentu, contoh : menampilkan pesan, membunyikan speaker, perusakan dengan penghapusan data, dan yang paling parah adalah dapat mem-FORMAT.

· MAKRO -- tidak bergantung OS, biasanya menyerang dokumen-dokumen.

· MULTIPARTITE -- menyerang baik file maupun boot sector, Dapat menginfeksi system terus-menerus sebelum terdeteksi oleh scanner antivirus.

· POLYMORPHIC -- mengubah kode dirinya saat dilewatkan pada mesin yang berbeda; penulisan secara tidak umum.

· STEALTH -- menyembunyikan diri dengan membuat file yang terinfeksi tampak seperti tidak terinfeksi.

Contoh dari virus yang berupa worm adalah salah satu yang berbahaya karena peredarannya yang sangat cepat melalui jaringan internet. Virus dan worm terganas tahun 2003 menurut Sophos adalah Sobig-F, Blaster-A, Nachi-A, Gibe-F, Dumaru-A, Sober-A, Mimail-A, Bugbear-B, Sobig-E, dan Klez-H. Sedangkan sampai saat ini, virus yang menimbulkan kerugian terbesar adalah virus LoveLetter yang menimbulkan kerugian sampai $ 10 juta hanya dalam waktu 6 bulan saja. Pada tahun ini dunia dikejutkan oleh beberapa virus baru, diantaranya virus Netsky, Bagle, Sasser, MyDoom, dan Redlof.

Perkembangan terbaru dari pembuatan virus adalah pembuat dan penyebar virus komputer kini sudah tidak bekerja sendirian lagi. Hal ini tentu saja akan menjawab misteri di balik semakin banyak dan cepatnya varian-varian dari sebuah virus yang beredar. Semakin terorganisirnya pembuat virus akan membuat dampak penyebarannya dalam masyarakat menjadi lebih hebat.

Dampak dari penyebaran virus secara umum:

· File-file yang tersimpan dalam komputer dapat hilang.

· File-file yang tersimpan dapat menggandakan diri sehingga dapat membuat hard disk menjadi penuh, dan akan berakibat kinerja komputer menjadi semakin lambat.

Pencegahan untuk masuknya virus ke dalam komputer kita:

o Menggunakan antivirus yang telah diupdate secara rutin, dengan autoprotect dinyalakan.

o Scanning semua media penyimpanan eksternal sebelum akan digunakan (disket, cd).

o Jika dihubungkan dengan internet, kombinasikan antivirus dengan firewall dan anti-spamming.

o Menggunakan software freeware atau shareware yang didapat dari situs resmi untuk keamanan dimasukkannya suatu virus di dalamnya.

Apabila komputer sudah terlanjur terinfeksi oleh virus, maka bersihkan dengan mendelete file yang terinfeksi, kemudian update antivirus dengan update yang terbaru. Bila virus terus memblok ketika diupdate, maka gunakan media lain dengan antivirus yang memiliki update terbaru. Jika masih belum berhasil, format komputer yang terinfeksi virus. Jika masih ada, partisi ulang hard disk yang terinfeksi virus.

Contoh Permasalahan dari SASSER:

Belum lagi reda serangan gerombolan Netsky dan Bagle melalui email, pada tanggal 30 April 2004 muncul worm baru sejenis Blaster yang mampu menginfeksi komputer tanpa sepengetahuan pengguna komputer dan memanfaatkan celah keamanan Local Security Authority Subsystem System (LSSAS) yang diumumkan pada tanggal 13 April 2004. Karena mengeksploitasi LSSAS, maka worm ini disebut dengan nama SASSER dan sampai saat ini telah muncul 2 varian yang berbeda. Hal yang cukup memprihatinkan adalah Sasser muncul hanya 17 hari setelah celah keamanannya diumumkan atau 10 hari lebih cepat dari Blaster yang membutuhkan waktu 27 hari untuk muncul setelah celah keamanan RPC Dcom ditemukan.

Menyebabkan Crash pada lssas.exe

Ciri khas dari komputer yang terinfeksi Sasser adalah terjadinya restart berulang pada komputer dan error pada LSA Shell. (lihat gambar 1)

Gambar 1

Disamping itu, pada saat start komputer akan muncul pesan error pada aplikasi lsass.exe (gambar 2).

Gambar 2

Sebenarnya cara untuk mengeksploitasi celah keamanan ini disebarkan melalui internet pada tanggal 29 April 2004 oleh "houseofdabus" dan hanya dalam waktu kurang dari satu hari worm Sasser yang memanfaatkan kode tersebut muncul. Sasser menyerang port 445, yang digunakan untuk mengirimkan SMB (Server Message Blocks) dan sekaligus digunakan oleh Sasser untuk mengidentifikasi OS korbannya. Setelah berhasil mengidentifikasi korbannya, Sasser akan memanfaatkan port 5554 dan 9996 untuk menyebarkan dan mengaktifkan dirinya. Karena itu, kami sarankan anda untuk memblok akses pada port tersebut di atas, terutama port 445 pada firewall anda. Kegiatan scanning yang dilakukan oleh Sasser cukup tinggi, yaitu 128 usaha dan berulang tidak terbatas sehingga dikhawatirkan akan mengakibatkan kemacetan pada akses internet seperti yang terjadi pada saat serangan Blaster.

Lebih Cerdas

Adapun OS yang rentan terhadap serangan Sasser adalah Windows XP, Windows 2000 dan Windows 2000 Server. Windows NT, Windows 98 dan Windows ME tidak rentan dari serangan ini. Dibandingkan dengan Blaster, Sasser memiliki fitur yang lebih cerdas dan lebih tepat sasaran karena menghindari scanning IP lokal 127.0.0.1, 10.x.x.x, 172.[16-31].x.x, 192.168.x.x, dan 169.254.x.x.

Kabar buruk yang dapat kami tambahkan adalah LSASS ini hanya merupakan "salah satu" dari 14 celah keamanan yang diumumkan pada Microsoft Security Bulletin MS04-011 http://www.microsoft.com/technet/security/bulletin/MS04-011.mspx yang secara agregat ke empatbelas celah keamanan tersebut dikategorikan sebagai kritis (sangat berbahaya). Karena itu Vaksincom SANGAT MENYARANKAN para pengguna OS windows untuk segera melakukan update atas semua celah keamanan tersebut di atas. Vaksin.com akan segera mengumumkan detail teknis cara pengupdatean bagi semua OS windows. Bagi seluruh pelanggan PT. Vaksincom akan segera mendapatkan layanan update langsung oleh teknisi Vaksincom secara Gratis, segera hubungi support@vaksin.com jika anda pelanggan Vaksincom dan ingin mendapatkan prioritas untuk segera mendapatkan update.

Apa yang harus anda lakukan jika komputer anda terinfeksi Sasser :

1. Aktifkan Firewall anda atau internet connection firewall pada Windows XP.

2. Update segera program antivirus anda dengan definisi terakhir yang dapat mengenali Sasser. Bagi pengguna Norman Virus Control, pastikan update definisi antivirus anda > 30 April 2004.

3. Matikan hubungan dengan jaringan / internet dengan mencabut kabel LAN atau matikan hubungan wireless.

4. Start komputer dalam Safe Mode (pada saat restart komputer tekan [F5]).

5. Tekan [Ctrl] + [Alt] + [Del] anda akan mendapatkan layar Windows Security, klik [Task Menager]

6. Klik tabulasi [Process]

7. Pilih proses dengan nama avserver.exe dan *_up.exe dan matikan proses Sasser dengan mengklik [End Process] dan tutup jendela Windows Security.

8. Scan komputer anda dengan program antivirus terupdate dan hapus semua virus khususnya yang terdeteksi sebagai W32/Sasser.worm.

9. Kembalikan registri yang dirubah oleh Sasser dengan cara klik [Start] [Run] ketik Regedit [Enter]

10. PAda Registry Editor, temukan kunci registri

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run "avserve.exe" = C:\WINDOWS\avserve.exe dan hapus.

11. Jangan lupa update OS anda melalui windows update untuk mencegah komputer anda terinfeksi lagi.

Menelusuri Awal Kehadiran Virus Komputer

KAPAN malware berupa virus pertama kali dibuat memang masih menjadi bahan perbincangan. Namun, konsep pembuatannya sudah didemonstrasikan pada tahun 1951 oleh John von Neuman, seorang matematikawan asal Hongaria. Kemudian tahun 1959, matematikawan asal Inggris Lionel Penrose mempresentasikan penggandaan diri secara otomatis pada artikelnya yang berjudul Self-Reproducing Machine. Ia menggambarkan strukturnya menggunakan model dua dimensi yang dapat mengaktifkan diri, menggandakan diri, memutasi diri, dan menyerang.

Teori-teori buah pemikiran kedua ahli matematika itu kemudian diaplikasikan oleh para pembuat malware dalam bentuk yang biasa disebut virus. Istilah virus sendiri pertama kali digunakan oleh Len Eidelmen pada tahun 1983 dalam sebuah seminar tentang keamanan berkomputer di Universitas Lehigh.

Salah satunya berupa virus yang pertama menyebar bernama virus Elk Cloner di tahun 1982 yang menyerang komputer Apple II. Virus ini menyebar melalui disket dengan menyusup melalui boot sector. Tingkat gangguannyapun masih berupa teks yang berkedip-kedip manakala komputer melakukan booting melalui disket. Teks itu berisi:

ELK CLONER:
THE PROGRAM WITH A PERSONALITY
IT WILL GET ON ALL YOUR DISKS
IT WILL INFILTRATE YOUR CHIPS
YES, IT'S CLONER IT WILL STICK TO YOU
LIKE GLUE
IT WILL MODIFY RAM, TOO SEND IN THE CLONER!

Kemudian pada tahun 1990 para pengguna komputer dikejutkan oleh gangguan malware lainnya yang tidak hanya menyerang komputer individu, tapi juga sudah mulai mengacaukan jaringan, serangan melalui e-mail, macro, Denial of Service (DoS), dan hacking yang terbatas. Walaupun kala itu penyebarannnya masih dalam hitungan hari.

Namun, kini seiring dengan berkembangnya teknologi komputer, perkembangan jenis malware pun seakan tak berhenti pada satu gangguan saja. Apalagi dengan koneksi internet yang semakin baik, kini bukan jenis virus saja yang menyerang. Beberapa macam malware kini tidak cuma hanya menggangu sistem, tapi juga sudah mampu mencuri informasi seperti nomor kartu kredit, password, alamat e-mail, dan lain-lain.

Awal tahun 2001 dunia komputer pun mulai dikejutkan oleh kemunculan virus CodeRed dan Nimda yang berhasil melumpuhkan lalu lintas internet di seluruh dunia. Kemudian disusul ditemukannya virus Slapper pada tanggal 12 Agustus 2002 semacam virus Linux yang berhasil mengacaukan 12.000 komputer yang menjalankan server Linux Apache Web Server dalam waktu 24 jam sejak diluncurkannnya.

Tahun berikutnya pada tanggal 12 Agustus 2003 aktivitas pemakai komputer mulai dipusingkan oleh kemunculan virus Blaster yang mampu me-restart komputer terus- menerus, karena virus ini berhasil mengeksploitasi celah keamanan RPC Dcom. Belum lagi adanya Sobig.F yang muncul sebagai spam yang mampu melumpuhkan kemampuan mail server korporat.

Belum selesai dengan blaster dan Sobig.F, tahun 2004 telah muncul lagi beberapa virus baru lainnya macam Bagle.Al, MyDoom.s, serta yang paling banyak dibicarakan yaitu virus Netsky--virus yang dibuat seorang bocah berusia 16 tahun, Sven Jaschan. Yang menarik justru pada saat itu terjadinya apa yang dinamakan war of virus 2004, di mana antar- malware terjadi saling "bunuh". Hal tersebut terjadi karena adanya nilai gengsi untuk menentukan virus siapa yang terkuat serta bertahan walaupun ujung-ujungnya yang menjadi rugi adalah si pengguna karena komputernya dijadikan arena pertempuran. Siapa yang menang, virus itulah yang akan menggerayangi sistem komputer.

Di tahun 2005 para pengguna komputer di tanah air dikejutkan oleh munculnya beberapa virus lokal seperti Tabaru, Kangen, Kumis, Codex, Astanta, Lumnu (tsunami) Kasag (gasak), Nombron, Romdil, dan yang paling banyak mendapat perhatian adalah virus Rontokbro atau biasa disebut virus Brontok. Virus ini mampu me-restart komputer (seperti yang dilakukan virus Blaster), menutup registry editor dan lain-lainnya lagi. Bahkan aksi virus karya anak bangsa ini mampu sampai sekarang mampu menduduki peringkat atas dari jajaran 10 virus yang paling banyak penyebarannya di tanah air.

Koneksi internet memang jadi sarana terbuka bagi siapa saja yang mampu membuat malware. Bahkan kini banyak yang mengamati, malware kebanyakan dibuat untuk mengambil alih kendali atas komputer. Komputer "zombi"-- istilah untuk komputer yang telah diambil alih--digunakan misalnya untuk menyebarkan spam atau dijadikan server untuk suatu layanan (misalnya layanan pornografi) serta mencuri data pribadi. Termasuk di dalamnya DoS lewat jaringan serta kombinasi berbagai malware. (Herni Andriana\Pcplus\Ilkom\Vaksincom)***

Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka beroperasi dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama. Kemudian pada tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini 'cracker' dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.

Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas hacking.

Pengertian Hacker dan Cracker

1. Hacker

Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang-orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer. Digigumi ini menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya, game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak. Hacker disini artinya, mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan oleh developer game. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-penyusupan dengan maksud memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata - rata perusahaan yang bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki hacker. Tugasnya yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar "cracker", menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak - abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing "Price Waterhouse". Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team. Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.

2. Cracker

Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.

Hirarki / Tingkatan Hacker

1. Elite

Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.

2. Semi Elite

Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.

3. Developed Kiddie

Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

4. Script Kiddie

Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

5. Lamer

Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak.

Kode Etik Hacker

1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.

2. Semua informasi haruslah FREE.

3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.

4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi, dll.

5. Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.

6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.

7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan.

8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software tertentu.

9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas teknologi komputer.

10. Baik Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk menyebarkan informasi pada massa agar tak gagap dalam komputer.
Cracker tidak memiliki kode etik apapun.

Aturan Main Hacker

Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio, yaitu:

· Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.

· Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.

· Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.

· Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.

· Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.

· Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.

· Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.

· Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.

· Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.

· Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya merusak.

Perbedaan Hacker dan Cracker

a. Hacker

1.Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.

2.Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.

3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

b. Cracker

1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.

2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.

3. Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.

4. Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.

5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.

Dua Jenis Kegiatan Hacking

1. Social Hacking, yang perlu diketahui : informasi tentang system apa yang dipergunakan oleh server, siapa pemilik server, siapa Admin yang mengelola server, koneksi yang dipergunakan jenis apa lalu bagaimana server itu tersambung internet, mempergunakan koneksi siapa lalu informasi apa saja yang disediakan oleh server tersebut, apakah server tersebut juga tersambung dengan LAN di sebuah organisasi dan informasi lainnya

2. Technical Hacking, merupakan tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke dalam system, baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas system itu sendiri yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan (lubang keamanan) yang terdapat dalam system atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan akses penuh kedalam system dengan cara apapun dan bagaimana pun.

Contoh Kasus Hacker

1. Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s(414 merupakan kode area lokal mereka) yang berbasis di Milwaukee AS. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut melakukan pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

2. Digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer dengan menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya : game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak.

3. Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama "unik", seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.

Akibat yang Ditimbulakan oleh Hacker dan Cracker

Hacker : membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.

Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.

Kesimpulan

Para hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Oleh karena itu, berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Maka hacker dapat disebut sebagai pahlawan jaringan sedang cracker dapat disebut sebagai penjahat jaringan karena melakukan melakukan penyusupan dengan maksud menguntungkan dirinya secara personallity dengan maksud merugikan orang lain. Hacker sering disebut hacker putih (yang merupakan hacker sejati yang sifatnya membangun) dan hacker hitam (cracker yang sifatnya membongkar dan merusak)

rnyata, komputer bisa terserang virus juga. Sebenarnya virus komputer itu berbentuk apa ya? Kira-kira, virus komputer itu sama tidak ya dengan virus pada manusia? Lalu apakah virus komputer itu menular? Kemudian, bagaimana caranya agar komputer kita tidak terinfeksi virus? Ingin tahu jawabannya? Silahkan baca kelanjutan artikel berikut ini...

Dalam ilmu kedokteran, virus pada makhluk hidup adalah mikro organisme yang tidak dapat dilihat oleh mikroskop biasa, jadi hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Pada ilmu komputer, virus yang dimaksud adalah adalah sebuah program komputer yang memiliki kemampuan untuk menggandakan diri dengan cara menyisipkan program / script ke dalam sebuah file lain. Mirip seperti virus biologis, virus komputer dapat menyebar dengan cepat pada file-file dalam sebuah komputer, atau bahkan menulari file di komputer lain, baik melalui jaringan maupun lewat kegiatan tukar-menukar file. Saat ini banyak virus yang sengaja disebarkan melalui email. Oleh karenanya, jika komputer kita terhubung langsung ke internet, sebaiknya kita harus memasang antivirus dan upayakan agar selalu ter-update (diperbaharui).

Jenis Virus

Dahulu kita mengenal pembagian virus berdasarkan sasaran penyebarannya, yaitu virus boot sector dan virus file. Virus boot sector didesain oleh pembuatnya untuk menginfeksi boot sector, yakni bagian dari sebuah media penyimpanan (disket, hard disk) yang pertama kali dibaca oleh sistem operasi saat media tersebut diakses. Sekali media penyimpanan yang terinfeksi oleh virus jenis ini dipakai untuk melakukan booting, maka virus pun menetap di memory dan siap menginfeksi media penyimpanan lain yang digunakan di komputer yang sama. Belakangan, virus boot sector berkembang menjadi tipe yang lebih ganas, yaitu yang dikenal sebagai virus partisi (partition table). Tabel partisi adalah bagian pada hard disk yang menyimpan data-data CHS (cylinder/head/sector) yang menjadi pedoman bagi sistem operasi untuk melakukan proses pembacaan. Sekali bagian ini dihancur-leburkan oleh virus, maka tentunya hard disk tidak lagi dapat dibaca dan seluruh data didalamnya pun melayang.

Sementara itu, virus file bekerja dengan cara menyisipkan programnya dalam sebuah file. Dahulu, saat penggunaan sistem operasi DOS masih meluas, sasaran virus jenis ini adalah file-file executable, yaitu file yang namanya berakhiran dengan ekstensi .COM atau .EXE. Selain melakukan penularan, virus file seringkali menambahkan perintah-perintah tertentu pada kode program yang ditularinya. Umumnya virus semacam ini memiliki sifat sebagai "bom waktu", dimana program

Tidak ada komentar: